How to Ride the Market


Tahukah Anda … ???

Trading atau Investasi Saham itu sebenarnya memang gampang-gampang susah. Sebagaimana yang OpisBoi sampaikan dalam materi “A Coffee Table” sebelumnya, dibutuhkan keberanian untuk mengakui sekaligus mengenal diri sendiri (Know yourself), kemudian mengingat kembali tujuan kita berinvestasi atau trading (Goals),  dan bagaimana kita menentukan resiko (Managed the Risk) di awal perencanaan. Meskipun sebagian besar trader telah sepenuhnya menyadari poin-poin penting yang justru menentukan dalam keberhasilan trading, tapi sedikit dari mereka yang benar-benar mengaplikasikan dan disiplin pada apa yang telah di ketahui. Inilah yang membedakan antara Smart Trader dan Speculator.

” RISK COMES FROM NOT KNOWING WHAT YOU’RE DOING ” (Warren Buffett)

Seringkali para pelaku pasar tidak menyadari, dimana pada saat melakukan aktifitas trading (penetrate the market) cenderung membodohi serta membohongi diri sendiri.

Pernahkah anda mendapatkan diri anda pada kondisi seperti di bawah ini;

  1. memilih untuk trading saham yang berbasis rumor, kata teman, info bandar, dan pada saat harga saham pilihan tersebut melorot market maker atau bandar menjadi tumbal kemarahan karena beli di saat harga sudah melambung tinggi …
  2. memilih untuk tidak trading karena market sedang bearish, dan pada saat pembalikan arah justru menyesali diri sendiri: “kenapa nggak masuk dari kemarin? Padahal untuk keliatan bottomnya” …
  3. mencari pembenaran atau berita positif pada kondisi downtrending atau bearish dan berharap harga akan kembali membaik hanya karena tidak rela menderita kerugian dan memilih untuk tidak Stop/Cut Loss …
  4. pada saat uptrending atau bullish, berharap harga akan turun di level tertentu karena belum memiliki saham tersebut …

Jadi, apakah yang seharusnya di lakukan agar tidak senantiasa membodohi atau membohongi diri sendiri? Selain merujuk kembali pada poin-poin dalam pembahasan pada artikel: A Coffee Table, saatnya membiasakan diri untuk menyusun rencana trading dan eksekusi dengan mengacu pada perencanaan yang telah disusun (PLAN YOUR TRADE & TRADE YOUR PLAN)

Namun sebelumnya ijinkan penulis untuk memperkenalkan terlebih dahulu tentang HOW TO RIDE THE MARKET. Bagaimana caranya trading? Bagaimana cara yang tepat untuk main saham, agar memperoleh keuntungan yang besar? Bagaimana caranya menghindari kerugian pada saat kita penetrasi pasar? .. Berbagai macam pertanyaan (sebagaimana beberapa contoh tersebut) seringkali muncul di benak para trader, baik pemula, tingkat mahir bahkan hingga senior trader. Hingga akhirnya muncul berbagai macam metode yang digelontorkan oleh para pakar/ahli, analis, penasihat keuangan, dalam bentuk stock screener, stock search, stock pickers, stock fetcher, dan lain sebagainya. Baik yang melalui pendekatan fundamental (Fundamental Analysis), maupun pendekatan psikologi pasar dari sisi teknikal (Technical Analysis).

Pendekatan Fundamental (Fundamental Analysis)

Pendekatan yang sekaligus merupakan cara untuk mendapatkan nilai ekonomis ataupun nilai/harga wajar suatu perusahaan, dengan menitik beratkan pada rasio keuangan guna mengukur tingkat keuntungan/kerugian (profitability), likuiditas (liquidity), daya ungkit (leverage), dan juga efisiensi. Selain pendekatan ekonomis tersebut, perlu ditambahkan sejumlah informasi non-finansial seperti; pertumbuhan persaingan, komparasi industri/sektor, perubahan peraturan maupun demografis perusahaan, serta analisa perubahan iklim perekonomian secara menyeluruh (domestik, regional ataupun global), yang kesemuanya ini menjadi katalis tambahan yang akan secara langsung maupun tidak langsung dapat merubah sisi pandang/nilai/harga saham perusahaan.

Sebagian pakar berpendapat pendekatan fundamental lebih cocok untuk dipergunakan sebagai alat bantu perencanaan/pengambilan keputusan dalam memilih saham perusahaan mana yang dibeli untuk jangka panjang.

Pendekatan Psikologis/Teknikal (Technical Analysis)

Analisa teknikal merupakan sebuah pendekatan atau cara yang digunakan untuk memprediksi trend pergerakan harga saham, dengan melakukan observasi sekaligus mengidentifikasi karakter serta pola pergerakan harga dalam mengiringi alur distribusi (permintaan/penawaran) dari sisi volume pada periode sebelumnya (masa lalu).

Technical Analysis  visualizes the actions of market participants in the form of charts and patterns, help the trader to analyze the human mass psychology as well as to identify the trading opportunities

Pendekatan/analisa teknikal dikenal secara luas dan paling banyak dipelajari serta digunakan oleh para pelaku pasar atau trader. Secara umum, pendekatan tersebut mengedepankan analisa pada psikologis pasar dan pengaruhnya pada pertumbuhan permintaan maupun penawaran.

Pada dasarnya, di pasar manapun (pasar konvensional, pasar modal, pasar obligasi/uang) tanpa adanya pertumbuhan permintaan dan/ataupun penawaran, maka nilai/harga produk maupun saham tidak akan terbentuk. Sementara sejumlah elemen psikologis seperti; cerita, berita, rumor, yang berkenaan secara langsung maupun tidak langsung terhadap volatilitas harga saham dan volume, akan terbentuk sebagai katalis yang dapat merubah trend dan pola pergerakan harga.

Secara esensial, analisa teknikal merupakan metode analisa yang mempelajari psikologis pasar serta pengaruhnya terhadap penawaran dan permintaan. Maka menurut penulis umumnya yang dibutuhkan oleh para pelaku pasar/trader adalah untuk mengetahui;

  1. Siklus Pergerakan Harga (Price Trend), berbasis dari Primary Trend Dow Theory yang terdiri dari 3 (tiga) tahapan, maka penulis disini mencoba menjabarkan prinsip yang serupa namun terdiri dari 4 (empat) tahap; (1). Akumulasi (Accumulation) yang merupakan tahap (fase) awal dari pembalikan atau pembaharuan arah downtrend, dimana pada fase tersebut para pelaku pasar melakukan akumulasi pembelian ataupun pembelian kembali (buyback); (2) Ekspansi Harga (Expansion) yang merupakan tahap (fase) lanjutan, dimana akumulasi yang sebelumnya dilakukan oleh sejumlah institusi/manajer investasi berhasil menciptakan animo positif dan para pelaku pasar lainnya mulai berbondong-bondong melakukan transaksi jual/beli yang mendorong harga bergerak naik; (3) Distribusi (Distribution) merupakan tahapan (fase) dimana pada kondisi tersebut harga mencapai titik target atau menyentuh nilai tertinggi berbanding nilai wajarnya, dan mencoba mencari katalis positif atau nilai tambah untuk dapat melanjutkan kenaikannya. Atau justru akan menyesuaikan posisi harga, untuk selanjutnya memasuki fase; (4) Kontraksi (Contraction) yang merupakan kondisi dimana harga akan cenderung melandai, untuk mencapai posisi harga/nilai wajar terendahnya.
  2. Mahal atau Murah (Over/Under Valued), setelah pelaku pasar/trader menentukan masuk pada kondisi trend tertentu umumnya kondisi yang dipilih adalah uptrend. Namun demikian dalam kondisi tersebut, apakah posisi harga masih murah (undervalued) atau malah sudah mahal (overvalued)? Tidak-kah sebaiknya entry level justru berada pada kondisi downtrend? Sejumlah indikator dalam analisa teknikal yang dapat membantu trader untuk menentukan kondisi mahal/murah; stochastic oscillator, relative strength index, Williams%R, dan sejumlah indikator lainnya.
  3. Penawaran dan Permintaan  (Supply/Demand), sebagaimana penulis telah singgung di awal pembahasan bahwasanya ” … tanpa adanya pertumbuhan permintaan dan/ataupun penawaran, maka nilai/harga produk maupun saham tidak akan terbentuk … “, maka siklus ini menjadi penting untuk senantiasa dicermati. Berkenaan dengan rotasi penawaran dan permintaan, sangatlah sederhana, penulis mencoba uraikan konsep tersebut dalam dua pendekatan; (a) distribusi barang dalam konsep tersebut pasar cenderung akan dibanjiri oleh supply dan para pelaku pasar mulai berburu dan mengakumulasi pembelian, dimana secara teori dasarnya “semakin banyak barang yang beredar di pasar, maka harga akan cenderung melemah atau datar“; (b) pembentukan harga merupakan kondisi yang akan terbentuk setelah pasar menganggap saham yang beredar telah mencapai titik tertingginya atau diatas rata-rata saham diperdagangkan pada periode tertentu secara historical, dan para pelaku pasar akan mulai menjual ataupun merealisasikan keuntungan yang telah diperolehnya. Konsep tersebut berangkat dari dasar teori, dimana “semakin sedikit barang yang beredar di pasar, maka harga akan cenderung bergerak naik“; Beberapa indikator yang penulis sinyalir dapat membantu untuk mengobservasi kondisi ini, adalah; Moving Average Convergence/Divergence (MACD), Money Flow Index (MFI), Accumulation and Distribution Index (ADX), Direct Movement Index (DMI), dan beberapa indikator lain ..

Selanjutnya OpisBoi akan mencoba menguraikan apa dan bagaimana, beberapa indikator yang sempat di singgung di atas. Pertama-tama Stocashtic Oscillator

Advertisements

Comments are closed.

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: